seorang gadis jelita, NENG LALA wanita ini mahir sekali memainkan karinding dengan begitu indah dan enak di dengarkan :) salah satu anggota wanita yg ikut terjun dan ikut berpartisipasi dalam group karinding
Kamis, 25 Juni 2015
Sabtu, 13 Juni 2015
Jumat, 12 Juni 2015
________________WANGSIT SILIWANGI_____________
KIWARI GEUS GUMELAR
PUTRA PAJAJARAN ANYAR
SAJAGAD RASA KAWENTAR
AMPUH SIMPUH TUR SABAR
KASATRIAAN WIWITAN
NYUCRUK JALUR CACANDRAN
SILIWANGIN KEUR PANANGGEUHAN
KAPAHLAWANAN
JURU BAKTI PERJUANGAN
LAMBANG KAJAYAAN TEGUH KANA PERJUANGAN
BAHEULA KACAPNGAN
DINA JAMAN GALUH PAKUAN
NU KAMASUR PAJAJARAN
TEMPAT PAYUNG KAADILAN
@SAKADAEK

salam deui yeuh.. di akang turna sareng akang Uus :) nu ngabantosan ieu hariring karinding :)
nu tugasna mah nga musikan ieu group hehe... si akang nu tiasa ngamaenkeun alat musik na sareng nu ngalaguna, upami agan sareng agan wati bade tumaros dina lagu nu di candakeun ku ( sakadaek ) mangga sok lahh di antos ka sumpingan na..
Kamis, 11 Juni 2015
Cara memainkan karinding cukup sederhana, yaitu dengan menempelkan ruas
tengah karinding di depan mulut yang agak terbuka, kemudian pada ujung
ruas paling kanan karinding diketuk dengan satu jari hingga karinding
pun bergetar secara beraturan yang kemudian diresonansi oleh mulut si
pemain. Suara yang dikeluarkan akan tergantung dari rongga mulut, nafas,
dan lidah. Secara konvensional—menurut penuturan Abah Olot, nada atau
pirigan dalam memainkan karinding ada empat jenis, yaitu: tonggeret,
gogondangan, rereogan, dan iring-iringan.
Karinding
Karinding merupakan salah satu alat musik tiup tradisional Sunda. Ada beberapa tempat yang biasa membuat karinding, seperti di lingkung Citamiang, Pasirmukti, (Tasikmalaya), Lewo Malangbong, (Garut), dan Cikalongkulon (Cianjur) yang dibuat dari pelepah kawung (enau). Di Limbangan dan Cililin karinding dibujat dari bambu, dan yang menggunakannya adalah para perempuan, dilihat dari bentuknya saperti tusuk biar mudah ditusukan di sanggul rambut.
Dann bahan enau kebanyakan dipakai oleh lelaki, bentuknya lebih pendek
biar bisa diselipkan dalam wadah rokok. Bentuk karinding ada tiga ruas.
Karinding disimpan di bibir, terus tepuk bagian pemukulnya biar
tercipta resonansi suara. Karindng biasanya dimainkan secara solo atau
grup (2 sampai 5 orang). Seroang diantaranya disebut pengatur nada atau
pengatur ritem. Di daerah Ciawi, dulunya karinding dimainkan bersamaan takokak (alat musik bentuknya mirip daun).Cara Memainkan
Secara konvensional menurut penuturan Abah Olot nada atau pirigan dalam memainkan karinding ada 4 jenis, yaitu: tonggeret, gogondangan, rereogan, dan iring-iringan.
Fungsinya
Karinding yaitu alat buat mengusir hama di sawah. Suara yang dihasilkan dari getaran jarum karinding biasanya bersuara rendah low decible. Suaranya dihasilkan dari gesekan pegangan karinding dan ujung jari yang ditepuk-tepakkan. Suara yang keluar biasanya terdengar seperti suara wereng, belalang, jangkrik, burung, dan lain-lain. Yang zaman sekarang dikenal dengan istilah ultrasonik. Biar betah di sawah, cara membunyikannya menggunakan mulut sehingga resonansina menjadi musik. Sekarang karinding biasa digabungkan dengan alat musik lainnya.Bedanya membunyikan karinding dengan alat musik jenis mouth harp lainnya yaitu pada tepukan. Kalau yang lain itu disentil. Kalau cara ditepuk dapat mengandung nada yang berbeda-beda. Ketukan dari alat musik karinding disebutnya Rahel, yaitu untuk membedakan siapa yang lebih dulu menepuk dan selanjutnya. Yang pertama menggunakan rahèl kesatu, yang kedua menggunakan rahel kedua, dan seterusnya. Biasanya suara yang dihasilkan oleh karinding menghasilkan berbagai macam suara, diantaranya suara kendang, goong, saron bonang atau bass, rhytm, melodi dan lain-lain. Bahkan karinding bisa membuat lagu sendiri, sebab cara menepuknya beda dengan suara pada mulut yang bisa divariasikan bisa memudahkan kita dalam menghasilkan suara yang warna-warni. Kata orang tua dahulu, dulu menyanyikan lagu bisa pakai karinding, Kalau kita sudah mahir mainkan suara karinding, pasti akan menemukan atau menghasilkan suara buat berbicara, tetapi suara yang keluar seperti suara robotik.
Fanspage FB : https://www.facebook.com/home.php
Hatur Nuhun. . . Admin I dan Admin II
Rabu, 10 Juni 2015
Indonesia
merupakan negara kepulauan terbesar yang memiliki keberagaman terbanyak di
dunia. Keberagaman tersebut berupa bahasa, budaya, hukum adat, kearifan
tradisional, agama hingga ras. Termasuk dalam alat musik tradisionalnya. Setiap
daerah pasti mempunyai alat musik tradisional yang berbeda-beda.
Sebagai hasil karya
manusia, tentunya kesenian tradisional dapat mengalami tingkat kepopuleran yang
signifikan bahkan tidak jarang pula dikemudian hari bisa pudar bahkan musnah.
Karinding termasuk dalam kategori salah satu kesenian rakyat yang masih tetap
hidup di daerah Jawa Barat walaupun secara kuantitas keberadaanya terus
mengalami penurunan karena kurang berminatnya para generasi muda terhadap
kesenian karinding. Keberadaan
karinding mungkin tidak banyak yang mengenal. Meski usianya telah lampau, tapi
bentuk maupun suaranya masih terasa asing di telinga masyarakat Sunda pada
umumnya.
Oleh karena itu, maka
eksistensi Karinding perlu dilestarikan dan dipertahankan sebagai ciri
masyarakat agar lebih dikenal keberadaannya oleh masyarakat yang akhirnya dapat
menumbuh kesadaran betapa pentingnya sebuah tradisi lokal yang mengandung
nilai-nilai sosial dan budaya bagi masyarakat. Caranya adalah dengan mengenal
Karinding lebih dalam, sejarahnya, cara pembuatannya, cara memainkannya, serta
melestarikan Karinding itu sendiri agar tidak punah oleh zaman.
Selasa, 09 Juni 2015
Karinding konon alat musik yang telah digunakan karuhun Sunda sejak
dahulu kala. Alat musik ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu
berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian jarum
tempat keluarnya nada (disebut cecet ucing atau ekor kucing), pembatas
jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul). Jika bagian
panenggeul dipukul, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika
dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas.
Bunyi tersebut bisa diatur tergantung bentuk rongga mulut, kedalaman
resonansi, tutup buka kerongkongan, atau hembusan dan tarikan napas.
Langganan:
Komentar (Atom)























