Minggu, 12 Juli 2015

karinding wanoja nu, ngiring ngalestarikeun.. nepangkeun neg isma anu bingah, sauyununan kersa anu ngabudayakeun kesenian sunda buhun.

Kamis, 25 Juni 2015

seorang gadis jelita, NENG LALA wanita ini mahir sekali memainkan karinding dengan begitu indah dan enak di dengarkan :) salah satu anggota wanita yg ikut terjun dan ikut berpartisipasi dalam group karinding
namanya KANG ENTIS yg tugasnya meniup seruling dan yg lebih berat ialah dia seorang vocalis yg menyanyukan lagu-lagu karinding yg di bawakan, salah satunya lagu kita, KONGKORONGOK HAYAM
sang pencipta lagu sekaligus sang gitaris.. inilah sosok BANGBURENG.. yg tugasnya menciptakan lagu dan mengatur lirik plus gitaris
sang vocal.. yg mempunyai paras tampan dan suara bagus :) AKANG BONDAN yg bertugas menjadi vocal sekaligus administator di berbagai media :)
tugas KANG ABOD ngahariring karinding bari ngreasikeun alur lagu
Pupuhu Sakadaek, KANG ISSUR tugasnya ialah Membuat dan mengesahkan seluruh keputusan– keputusan dan kebijakan-kebijakan organisasi yang bersifat kesenian karinding

Jumat, 12 Juni 2015

________________WANGSIT SILIWANGI_____________ KIWARI GEUS GUMELAR PUTRA PAJAJARAN ANYAR SAJAGAD RASA KAWENTAR AMPUH SIMPUH TUR SABAR KASATRIAAN WIWITAN NYUCRUK JALUR CACANDRAN SILIWANGIN KEUR PANANGGEUHAN KAPAHLAWANAN JURU BAKTI PERJUANGAN LAMBANG KAJAYAAN TEGUH KANA PERJUANGAN BAHEULA KACAPNGAN DINA JAMAN GALUH PAKUAN NU KAMASUR PAJAJARAN TEMPAT PAYUNG KAADILAN @SAKADAEK
eksistensi anak'' sakadaek :)
salam deui yeuh.. di akang turna sareng akang Uus :) nu ngabantosan ieu hariring karinding :) nu tugasna mah nga musikan ieu group hehe... si akang nu tiasa ngamaenkeun alat musik na sareng nu ngalaguna, upami agan sareng agan wati bade tumaros dina lagu nu di candakeun ku ( sakadaek ) mangga sok lahh di antos ka sumpingan na..
nepangkeun ahh, abdi akang agus :) nu tugasna janten admin dina ieu blog (Y) akang teu nyalira, akang di sarengan ku anu jenengana Abang.. sokk mangga ka agan sareng agan wati na.. bilih aya kritik sareng saran sok mangga di bewarakeun ka akang admin :)
tah ieu gening, anu namina agan Terddy anu tugasna ngelola ieu blog :) kumargi hoyong ngenalkeun diri saurnamah hehe.. ok gan.. salam kasadayana, upami aya pesan atanapi komentar tumaros.. mangga di sarengan ku agan terddy :) upami hoyong leuwih caket, nyebat na abang we lah anu singkat (y)
sampurasun ka sadayana wargi'' :)

Kamis, 11 Juni 2015

Cara memainkan karinding cukup sederhana, yaitu dengan menempelkan ruas tengah karinding di depan mulut yang agak terbuka, kemudian  pada ujung ruas paling kanan karinding diketuk dengan satu jari hingga  karinding pun bergetar secara beraturan yang kemudian diresonansi oleh mulut si pemain. Suara yang dikeluarkan akan tergantung dari rongga mulut, nafas, dan lidah. Secara konvensional—menurut penuturan Abah Olot, nada atau pirigan dalam memainkan karinding ada empat jenis, yaitu: tonggeret, gogondangan, rereogan, dan iring-iringan.

Karinding

Karinding merupakan salah satu alat musik tiup tradisional Sunda. Ada beberapa tempat yang biasa membuat karinding, seperti di lingkung Citamiang, Pasirmukti, (Tasikmalaya), Lewo Malangbong, (Garut), dan Cikalongkulon (Cianjur) yang dibuat dari pelepah kawung (enau). Di Limbangan dan Cililin karinding dibujat dari bambu, dan yang menggunakannya adalah para perempuan, dilihat dari bentuknya saperti tusuk biar mudah ditusukan di sanggul rambut. Dann bahan enau kebanyakan dipakai oleh lelaki, bentuknya lebih pendek biar bisa diselipkan dalam wadah rokok. Bentuk karinding ada tiga ruas.

Cara Memainkan

Karinding disimpan di bibir, terus tepuk bagian pemukulnya biar tercipta resonansi suara. Karindng biasanya dimainkan secara solo atau grup (2 sampai 5 orang). Seroang diantaranya disebut pengatur nada atau pengatur ritem. Di daerah Ciawi, dulunya karinding dimainkan bersamaan takokak (alat musik bentuknya mirip daun).
Secara konvensional menurut penuturan Abah Olot nada atau pirigan dalam memainkan karinding ada 4 jenis, yaitu: tonggeret, gogondangan, rereogan, dan iring-iringan.

Fungsinya

Karinding yaitu alat buat mengusir hama di sawah. Suara yang dihasilkan dari getaran jarum karinding biasanya bersuara rendah low decible. Suaranya dihasilkan dari gesekan pegangan karinding dan ujung jari yang ditepuk-tepakkan. Suara yang keluar biasanya terdengar seperti suara wereng, belalang, jangkrik, burung, dan lain-lain. Yang zaman sekarang dikenal dengan istilah ultrasonik. Biar betah di sawah, cara membunyikannya menggunakan mulut sehingga resonansina menjadi musik. Sekarang karinding biasa digabungkan dengan alat musik lainnya.
Bedanya membunyikan karinding dengan alat musik jenis mouth harp lainnya yaitu pada tepukan. Kalau yang lain itu disentil. Kalau cara ditepuk dapat mengandung nada yang berbeda-beda. Ketukan dari alat musik karinding disebutnya Rahel, yaitu untuk membedakan siapa yang lebih dulu menepuk dan selanjutnya. Yang pertama menggunakan rahèl kesatu, yang kedua menggunakan rahel kedua, dan seterusnya. Biasanya suara yang dihasilkan oleh karinding menghasilkan berbagai macam suara, diantaranya suara kendang, goong, saron bonang atau bass, rhytm, melodi dan lain-lain. Bahkan karinding bisa membuat lagu sendiri, sebab cara menepuknya beda dengan suara pada mulut yang bisa divariasikan bisa memudahkan kita dalam menghasilkan suara yang warna-warni. Kata orang tua dahulu, dulu menyanyikan lagu bisa pakai karinding, Kalau kita sudah mahir mainkan suara karinding, pasti akan menemukan atau menghasilkan suara buat berbicara, tetapi suara yang keluar seperti suara robotik.

Sumber : Wikipedia Indonesia
Fanspage FB : https://www.facebook.com/home.php
Hatur Nuhun. . . Admin I dan Admin II
Sampurasun baraya sadaya
Ieu alat musik namina Celempung Sunda, sejenis kendang, anu di jieuna dina awi ( Bambu )
fungsina nya eta nyarengan Karinding... 

Rabu, 10 Juni 2015

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang memiliki keberagaman terbanyak di dunia. Keberagaman tersebut berupa bahasa, budaya, hukum adat, kearifan tradisional, agama hingga ras. Termasuk dalam alat musik tradisionalnya. Setiap daerah pasti mempunyai alat musik tradisional yang berbeda-beda.
Sebagai hasil karya manusia, tentunya kesenian tradisional dapat mengalami tingkat kepopuleran yang signifikan bahkan tidak jarang pula dikemudian hari bisa pudar bahkan musnah. Karinding termasuk dalam kategori salah satu kesenian rakyat yang masih tetap hidup di daerah Jawa Barat walaupun secara kuantitas keberadaanya terus mengalami penurunan karena kurang berminatnya para generasi muda terhadap kesenian karinding. Keberadaan karinding mungkin tidak banyak yang mengenal. Meski usianya telah lampau, tapi bentuk maupun suaranya masih terasa asing di telinga masyarakat Sunda pada umumnya.
Oleh karena itu, maka eksistensi Karinding perlu dilestarikan dan dipertahankan sebagai ciri masyarakat agar lebih dikenal keberadaannya oleh masyarakat yang akhirnya dapat menumbuh kesadaran betapa pentingnya sebuah tradisi lokal yang mengandung nilai-nilai sosial dan budaya bagi masyarakat. Caranya adalah dengan mengenal Karinding lebih dalam, sejarahnya, cara pembuatannya, cara memainkannya, serta melestarikan Karinding itu sendiri agar tidak punah oleh zaman.



hayu urang junjung kasenia Karinding...  urang lestarikeun kasenian sunda anu pernah sohor
hayu batur, hayu dulur yukk batur salembur, urang jaga, urang riksa warisan karuhun sunda.

ᮞᮊᮓᮆᮊ᮪ ( SAKADAEK )

Selasa, 09 Juni 2015

Karinding konon alat musik yang telah digunakan karuhun Sunda sejak dahulu kala. Alat musik ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian jarum tempat keluarnya nada (disebut cecet ucing atau ekor kucing), pembatas jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul). Jika bagian panenggeul dipukul, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas. Bunyi tersebut bisa diatur tergantung bentuk rongga mulut, kedalaman resonansi, tutup buka kerongkongan, atau hembusan dan tarikan napas.